MIVO TV

Sabtu, 14 Juli 2012

Wisata Ziarah Waliyuallah Malang : Mesjid Ki Ageng Gribig Malang

Mesjid Ki Ageng Gribig, Malang
The Mosque of Ki Ageng Gribig, Malang
Mesjid Ki Ageng Gribig merupakan salah satu mesjid peninggalan Ki Ageng Gribig, Malang. Ketika saya mengunjungi mesjid tersebut tidak ada petugas yang dapat dimintai keterangan mengenai kapan berdirinya mesjid tersebut. Melihat bangunan mesjid Ki Ageng Gribig terlihat pesona kebesaran beliau.

Ki Ageng Gribig Mosque is one of the mosque remains Ki Ageng Gribig, Malang.When I visited the mosque there is no officer can be questioned about when the founding of the mosque. Looking at building mosques Ki Ageng Gribig visible charmhis greatness.


 
Bangunan Mesjid Ki Ageng Gribig yang serba terbuka
The building of  Ki Ageng Gribig'a Mosque a completely open
 
Setelah selesai berziarah, sayapun berjalan kembali ke mesjid Ki Ageng Gribig. Mesjid ini memiliki design bangunan yang indah dan megah.

Having completed a pilgrimage, I  walk back to the mosque Ki Ageng Gribig. This mosque has a beautiful design and magnificent buildings.

Sisi luar bangunan Mesjid Ki Ageng Gribig
The outer side of  Ki Ageng Gribig's Mosque
Sisi dalam Mesjid Ki Ageng Gribig (tempat imam)
The inside of  Mosque Ki Ageng Gribig (Imam 's place)


Ketika saya mengunjungi mesjid Ki Ageng Gribig, terlihat banyak orang yang datang untuk melakukan tadarus Al-Quran. Subhanallah, terima kasih Ki Ageng Gribig jasamu dalam berdakwah dan mengajarkan Islam di kota Malang.

When I visited the mosque Ki Ageng Gribig, I saw read (tadarus) Al-Quran. Subhanallah, thanks to you Ki Ageng Gribig for your service  in preaching and teaching Islam in the city of Malang.

 
Menara Mesjid Ki Ageng Gribig yang unik
The unique tower of  Mosque Ki Ageng Gribig


Wisata Ziarah Waliyuallah Malang : Mushola Peninggalan Ki Ageng Gribig Malang


Penanda mushola peninggalan Ki Ageng Gribig
The mark from relic mosque of  Ki Ageng Gribig

Setelah berdoa dan berziarah, saya mengunjungi bangunan disamping makam Ki Ageng Gribig yaitu  mushola Kyai Ageng Gribig. Konon berdasarkan juru kunci di mushola tersebut Ki Ageng Gribg berdakwah.

After praid, I visited the building beside the Ki Ageng Gribig resting place. The caretaker said that from that mosque Ki Ageng Gribig preach was begin. 

Mushola peninggalan Ki Ageng Gribig
The relic mosque of Ki Ageng Gribig


Tempat Imam di mushola Ki Ageng Gribig
Imam's place at the relic mosque of Ki Ageng Gribig

Melihat dari bentuk arsitekturnya, mushola ini sama seperti mushola kuno yang banyak kita jumpai di pulau Jawa. Tempat untuk imam segaja di desain menjorok keluar dan terdapat lubang udara atau cahaya. Sayangnya saat ini mushola ini menjadi tempat tinggal bagi penunggu makam.

If we look in to the form of the former mosque's architecture, this mosque has the similarities as the ancient mosque that many of us had found on the island of Java. Places for priests in the design intentionally jutting out and there are air holes or light. Unfortunately at this mosque has become home to the caretaker guardian.

Wisata Ziarah Waliyuallah Malang : Ki Ageng Gribig, Malang, Jawa Timur

bangunan makam Ki Ageng Gribig
Ki Ageng Gribig's resting place

Malang merupakan kota kelahiran dari Ibuku sehingga hampir tiap tahun sejak aku bayi selalu mengunjungi kota yang dikenal sebagai kota Apel ini baik di waktu libur maupun disaat lebaran. Hampir setiap tempat hang out seru atau tempat rekreasi pernah kudatangi. Tetapi ketika suamiku menemukan satu nama yaitu Ki Ageng Gribig sebagai waliyuallah yang ada di kota Malang, aku belum tahu dimana letak makam beliau.

Malang is the hometown of my mother, so almost every year since I was a baby, I always visit the city known as the city Apples at holiday time. I had  visited almost every hang out place or recreation . But when my husband found one name that is Ki Ageng  Gribig as waliyuallah in Malang, I do not know where the location of his resting place.

Ketika saya bertanya mengenai dimanakah letak Makam Ki Ageng Gribig tidak banyak orang mengetahui. Sehingga berbekal Google Maps kami mencari Mesjid Ki Ageng Gribig di jalan Ki Ageng Gribig (dekat jalan Sulfat, Sawojajar). Ternyata makam Ki Ageng Gribig letaknya tak jauh dari mesjid tersebut yaitu di  di Jalan Ki Ageng Gribig Gang II, Kecamatan KedungKandang, Malang, Jawa Timur.   Komplek makam tersebut terkenal dengan komplek Makam Bupati Malang.

Berita dan cerita mengenai Ki Ageng Gribig Malang sangat terbatas dibandingkan cerita dan sejarah mengenai Ki Ageng Gribig Klaten. Sumber yang saya temukan Ki Ageng Gribig dikenal sebagai pembuka Malang, Jawa Timur (Babad Malang). Beliau putra dari Pengeran Kedawung yang juga salah seorang keturunan Lembu Niroto, pemilik panembahan Bromo. 
When I asked about where lies the resting place of Ki Ageng Gribig not many people know. So depend on our Google Maps, we try to find the Masjid Ki Ageng Gribig Ageng at Ki Ageng Gribig street (near the road Sulfate, Sawojajar). Apparently the tomb of Ki Ageng Gribig is not far from the mosque that is in the Ki Ageng Gribig street alley II, District KedungKandang, Malang, East Java. The tomb sites is famous for the sites of Malang Regent's tomb.

salah satu komplek makam Bupati 
one of Malang regent's tomb


News and stories about Ki Ageng Gribig Malang is very limited compared to the stories and history of Ki Ageng Gribig Klaten. I found the source of Ki Ageng Gribigknown as the founder of Malang, East Java (Malang Chronicle). He is the son ofPengeran Kedawung who is also one of his descendants Lembu Niroto, ownerPanembahan Bromo.

Lembu Niroto sendiri adalah putra ketiga dari Raja Brawijaya XI yang memerintah Majapahit pada 1466-1478. Jadi Ki Ageng Gribig itu cicit Raja Brawijaya XI. Ki Ageng Gribig dikenal sebagai seorang ulama yang tersohor di Malang pada tahun 1650, yang merupakan salah satu murid kesayangan Sunan Kalijaga.

Lembu Niroto  is the third son of King Brawijaya XI, who ruled Majapahit in 1466-1478. So Ki Ageng Gribig's great-grandson of King Brawijaya XI. Ki Ageng Gribigknown as a famous cleric in Malang in 1650, which is one of Sunan Kalijaga's favourite student.


pintu makam Ki Ageng Gribig
the door of  Ki Ageng Gribig's resting place


Makam Ki Ageng Gribig berada di ujung komplek makam di sebuah bangunan. Untuk dapat berziarah kedalam perlu menghubungi juru kunci khusus makam Ki Ageng Gribig. Di dalam bangunan makam Ki Ageng Gribig terdapat dua makam yaitu makam Ki Ageng Gribig dan istrinya.

Ki Ageng Gribig's resting place located in  a building at the end of the tomb site.To be able to make pilgrimages we need to call a special caretaker from the resting place of Ki Ageng Gribig. Inside the tomb of Ki Ageng Gribig buildingthere are two tombs. One is the tomb of Ki Ageng Gribig and the other is from his wife.

Peristirahatan Ki Ageng Gribig dan istri
Ki Ageng Gribig and wife's resting place

Suasana hening dan khusyuk akan segera didapatkan bila berziarah di makam Ki Ageng Gribig. Aura keagungan dan kebesaran Ki Ageng Gribig sebagai waliyuallah langsung terasa. Banyak peziarah yang datang khusus untuk berkhalwat dan menyepi mendekatkan diri kepada Allah yang Maha Perkasa.

Things were quiet and solemn  will soon be found when in the resting place of KiAgeng Gribig. We can immidiate feel the aura of grandeur and greatness of KiAgeng Gribig as waliyuallah. Many of the pilgrims who came specifically for theseclusion and solitude closer to Allah the Almighty.

Wisata Religi WaliyuAllah Madiun : Sejarah Madiun dan Pangeran Timur atau Panembahan Purboyo

Gerbang Areal Pemkaman Tua, Kuncen, Madiun, Jawa Timur

Madiun adalah kota penting di Jawa Timur Indonesia sejak zaman kolonial Belanda. Di kota Madiun terdapat pusat industri kereta api (INKA) , Pabrik Gula Rejo Agung dan salah satu pangkalan Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI), Lanud Iswahyudi. Kota Madiun terletak 169 km Surabaya atau 144 km dari kota Solo, Jawa Tengah. Madiun merupakan salah satu kota santri di Jawa Timur yang merupakan pusat penyebaran dan perkembangan Islam di tanah Jawa. Sejarah Madiun tidaklah lepas dari tokoh Pangeran Timur yang lahir tahun 1568.

Pangeran Timur adalah Bupati Madiun yang pertama. Beliau dimakamkan di pemakaman Kuncen, Madiun. Makam Pangeran Timur Madiun banyak dikunjungi peziarah. Bila dilihat dari keturunannya, Pangeran Timur adalah anak dari raja Demak, Sultan Trenggono. Ayah dari Pangeran Timur ini adalah raja ketiga Kesultanan Demak yang memerintah tahun 1521-1546. Di bawah pemerintahannya, wilayah kekuasaan Demak meluas sampai ke Jawa Timur.

Makam waliyuAllah Madiun, Pangeran Timur di Kuncen, Madiun, Jawa Timur
Bupati pertama kota Madiun adalah Pangeran Timur dengan gelar Rangga Jumena merupakan cucu dari Raden Patah. Raden Patah adalah pendiri kerajaan Islam Demak di Demak, Jawa Tengah. Ayah Pangeran Timur yaitu Sultan Trenggana adalah putra Raden Patah yang lahir dari permaisuri Ratu Asyikah. Ratu Ayikah yang merupakan nenek dari Pangeran Timur adalah putri Sunan Ampel. Pangeran Timur memiliki kakak yaitu Sunan Prawoto yang menjadi raja kerajaan Islam Demak menggantikan Sultan Trenggono. Ratu Kalinyamat yang menjadi bupati Jepara. Ratu Mas Cempaka yang menjadi istri Sultan Hadiwijaya, Raja Pajang.

Prasasti di makam Pangeran Timur atau Ki Ageng Panembahan Ronggo Djumeno
Ketika berwisata religi Madiun, berziarah ke Pangeran Timur tak boleh terlewatkan. Disamping Pangeran Timur adalah cicit dari Sunan Ampel, cucu dari Raden Patah dan anak dari Sultan Trenggono beliau adalah bupati atas kabupaten Purbaya yang sekarang menjadi Madiun. Pangeran Timur tidak hanya menjadi pemimpin administratif, beliau juga giat menyiarkan agama Islam di Madiun. Pangeran Timur juga diberi gelar panembahan Puroboyo, dimakamkan di Kuncen, Madiun tahun 1586. 

Peziarah dapat memompa sendiri air untuk bewudhu di areal makam Pangeran Timur

Wisata Madiun Ziarah Waliyuallah: Masjid Kyai Ageng Muhammad (Mohammad) Besari

Plang Masjid Kyai Ageng Muhammad Besari
The nameplate of  Kyai Ageng Muhammad Besari's Mosque

Masjid Kyai Ageng Muhammad Besari di Nglames, Madiun, Jawa Timur adalah peninggalan Kyai Ageng Muhammad Besari yang masih kokoh berdiri sampai saat ini. Masjid Kyai Ageng Muhammad Besari terletak di samping makam  Kyai Ageng Muhammad Besari.

Mosque of Kyai Ageng Muhammad Besari, Nglames, Madiun, East Java is a heritage from Kyai Ageng Muhammad Besari. The mosque still stand sturdy strong untill now. Mosque of Kyai Ageng Muhammad Besari is located beside  Kyai Ageng Muhammad Besari 's grave.

Mesjid Kyai Ageng Muhammad (Mohammad) Besari tampak depan
The front view of  Kyai Ageng Muhammad Besari's Mosque

Mesjid Kyai Ageng Muhammad Besari terletak di Jalan Raya Nglames, Madiun, Jawa Timur. Di jalan raya yang menghubungkan antara Kota Caruban dan Kota Madiun, Mesjid Kyai Ageng Muhammad Besari berdiri tegak dengan arsitektur yang tidak berubah sejak Kyai Ageng Muhammad Besari hidup.

Mosque of Kyai Ageng Muhammad Besari is located in Nglames highway, Madiun, East Java. This highway links between two cities, Caruban and Madiun. Mosque of Kyai Ageng Muhammad Besari stand strong and the architecture is not change from when Kyai Ageng Muhammad Besari still alive.

Mesjid Kyai Ageng Muhammad Besari bagian dalam
Inside of   Kyai Ageng Muhammad Besari's Mosque

Bagian dalam mesjid Kyai Ageng Muhammad Besari terdapat empat tiang. Mesjid inipun didirikan tidak dengan menggunakan paku melainkan dengan teknologi pasak. Di bagian dalam tembok mesjid Kyai Ageng Muhammad Besari terdapat lukisan berisi ayat - ayat ajaran beliau. Isi dari ayat tersebut sebagian besar adalah ayat - ayat tasawuf (untuk mensucikan diri).
The mosque of Kyai Ageng Muhammad Besari has four pilars . This ancient mosque was founded not by the use of nails, but with the stakes’s technology. On the inside wall of the mosque of Kyai Ageng Muhammad Besari contained paintings contain of his teachings’s verses. The contents of the verse mostly verse or quote from Sufism (these quotes contain of peaceful way of life).

Mimbar di mesjid  Kyai Ageng Muhammad Besari

Mimbar mesjid Kyai Ageng Muhammad Besari memiliki gaya yang mirip dengan mesjid - mesjid tua di Jawa. Mesjid Agung Demak salah satunya, yang memiliki mimbar dengan gaya yang sama dengan mimbar mesjid Kyai Ageng Muhammad Besari.

The pulpit inside the Kyai Ageng Muhammad mosque Besari has a style similar to mostly ancient mosque in Java. the Great Mosque of Demak is one of ancient Java mosque which has a same style pulpit with pulpit at the Kyai Ageng Muhammad Besari mosque.

Mesjid Kyai Ageng Muhammad (Mohammad) Besari bagian luar
The outside part of  Kyai Ageng Muhammad (Mohammad) Besari mosque

Bagian luar mesjid Kyai Ageng Muhammad Besari adalah bagian yang terbuka untuk umum. Kebanyakan dari para pengunjung yang sholat tidak dalam waktu sholat berjamaah, akan sholat di bagian luar karena bagian dalam mesjid Kyai Ageng Muhammad Besari sebagian besar waktu dalam keadaan terkunci.

The outside of the mosque Kyai Ageng Muhammad Besari is the part that is open to the public. Most of the visitors who are not in a time of prayer pray, will pray on the outside because the inside of the mosque of Kyai Ageng Muhammad Besari most of the time is locked.

Salah satu ayat tasawuf yang terdapat di mesjid Kyai Ageng Muhammad Besari
One of sufism quote at Kyai Ageng Muhammad Besari mosque

Banyak orang yang datang ke mesjid Kyai Ageng Muhammad Besari untuk sholat disana. Ketika bulan Ramadhan tiba banyak yang datang ke mesjid untuk beriktikaf dan sholat tarawih. Aura kebesaran dan kebijakan Kyai Ageng Muhammad Besari masih dapat dirasakan hingga saat ini ketika kita berada di mesjid Kyai Ageng Muhammad Besari.

Many people who come to the mosque of Kyai Ageng Muhammad Besari to pray there. When Ramadan’s time came many people come to the mosque for praying together and staying to read al Quran. The aura of greatness and policies Kyai Ageng Muhammad Besari can still be felt to this day when we were in the mosque of Kyai Ageng Muhammad Besari.

Kentongan dan Bedug di mesjid Kyai Ageng Muhammad Besari
Ancient gong and drum (to call prayers) at Kyai Ageng Muhammad Besari mosque

Tidak hanya keasrian tetapi keaslian tetap terjaga di mesjid Kyai Ageng Muhammad Besari ini. Sehingga kita dapat merasakan pasti kedamaian yang di ajarkan Kyai Ageng Muhammad Besari dalam setiap dakwahnya melalu mesjid yang didirikannya.

Not only beauty but authenticity is maintained in the mosque of Kyai Ageng Muhammad Besari. So that we can definitely feel the peace that taught by Kyai Ageng Mohammed Besari in his preach through mosques which he built.


Photo's are courtesy of @andhiniedewi

Wisata Religi Madiun: Ziarah Waliyuallah, Kyai Ngalimuntoha Muhammad (Mohammad) Besari

Makam Kyai Muhammad (Mohammad) Besari, Nglames, Madiun


Bagiku yang setiap tahun mengunjungi Madiun karena Madiun adalah kota dimana ayahku berasal nama Kyai Besari tidak asing lagi. Karena ayahku berasal dari sebuah desa yang bernama Balerejo dan setiap kali perjalanan dari pusat kota Madiun menuju rumah kakek dan nenekku aku selalu bertemu Kyai Besari. Pertemuan itu bukanlah pertemuan fisik tetapi pertemuan dengan papan nama petunjuk yang tertulis makam Kyai Ageng Mohamad (Muhammad) Besari.   

 
Petunjuk makam Kyai Muhammad (Mohammad) Besari di pintu masuk makam

Berpuluh - puluh tahun itu, aku bertemu dan kemudian menikah dengan Muhammad Faisal yang merupakan keturunan dari Kyai Besari. Kemudian setelah perjalanan ini aku mengetahui sahabatku, Andini Kusuma Dewi, sahabatku sejak di bangku sekolah merupakan keturunan dari Kyai Besari. Inilah yang membawa kami menggali lebih dalam mengenai Kyai Ageng Mohamad (Muhammad) Besari, yang hanya berjarak 5 generasi dari generasi suamiku.

Penelusuran Kyai Ageng Mohammad (Muhammad) Besari membawa kami bertemu dengan ahli waris dari Kyai Besari yaitu Eyang Sri Koeswati, Jakarta yang dengan kehangatan kekeluargaan bersedia menerangkan kepada kami bagaimana rupa dari mbah canggah dan cerita mengenai Kyai Ageng Mohamad (Muhammad) Besari. Satu hal yang di wanti - wanti (diingatkan) oleh Eyang Sri Koeswati adalah mengenai perbedaan Kyai Ageng Mohamad (Muhammad) Besari dengan Kyai Anom Besari / Kyai Kasan Besari / Kyai Hasan Besari / Kyai Ageng Imam Besari.

Nisan Kyai Muhammad (Mohammad) Besari dan istri

Apabila kita mencari di dunia maya ini informasi terlihat serupa tetapi tidak sama karena adanya kesamaan nama Besari tetapi perbedaan tempat. Kyai Ageng Mohamad (Muhammad) Besari dimakamkan di Ngalames, Madiun, Jawa Timur dan Kyai Anom Besari / Kyai Kasan Besari / Kyai Hasan Besari / Kyai Ageng Imam Besari dari Tegal Sari, Ponorogo. Kyai Ageng Mohamad (Muhammad) Besariyang memiliki wajah seperti foto di bawah ini adalah Kyai Besari asal Nglames, Madiun yang memiliki ayah Kyai Burhan. Berikut gambar diri beliau, yang diambil oleh seorang administratur Pabrik Gula, dekat Nglames, Madiun :

Kyai Ageng Ngaimuntoha Muhammad (Mohammad) Besari


Kyai Ageng Mohamad (Muhammad) Besari asal Nglames, Madiun memiliki nama asli Kyai Ngalimuntoha. Nama Mohamad (Muhammad) Besari adalah pemberian guru beliau. Besari adalah versi jawa dari gelar Ba'syar berasal dari asal kata bahasa Persia (Iran). Kyai Besari adalah seseorang yang memiliki ilmu yang luar biasa, salah satunya yaitu hafal al-Quran dan ilmu Tasawuf. Salah satu cerita kehebatan Kyai Ageng Mohamad (Muhammad) Besari adalah beliau tidak memiliki sawah tetapi lumbung beliau selalu penuh karena pemberian masyarakat sekitar yang mendatangi beliau untuk meminta didoakan kepada Allah perihal kesembuhan dan kesuburan tanah pertanian mereka.

 
Berziarah ke makam penuh karamah Kyai Muhammad (Mohammad) Besari
 
Photo's are courtesy of @andhienidewi and PetiteNia_

Wisata Ziarah Waliyuallah Madiun : Kyai Ageng Mohamad (Muhammad) Besari

Cungkup dimana  Kyai Ageng Mohamad (Muhammad) Besari dan istri dimakamkan


Kyai Ageng Mohamad (Muhammad) Besari lahir tahun 1754 dan wafat tahun 1904. Dimakamkan di pemakaman keluarga yang dikelola oleh ahli waris beliau di Jalan raya Nglames, Madiun, Jawa Timur. Jarak perjalan  dari pusat kota adalah 30 menit. Ambil arah menuju Magetan (apabila melewati Pabrik Gula, lurus saja), makam Kyai Ageng Mohamad (Muhammad) Besari berada di kanan jalan dengan plang makam sebagai petunjuk jalan makam.

Nisan dari Kyai Ageng Mohamad (Muhammad) Besari


Letak makam Kyai Ageng Mohamad (Muhammad) Besari berada di belakang makam umum dan terletak di samping Mesjid. Makam yang terjaga keasrian dan ketenangannya serta berada di cungkup yang nyaman, membuat kusyuk doa - doa yang kita panjatkan. Di areal makam Kyai Ageng Mohamad (Muhammad) Besari terdapat keturunan beliau. Menurut Eyang Sri Koeswati Soegiarso, ahli waris makam Kyai Ageng Mohamad (Muhammad) Besari makam tersebut dipindahkan dari makam beliau ke Nglames, Jawa Timur dikarenakan tanah makam yang lama dijadikan tanggul bengawan Madiun.


Penanda pemndahan makam  Kyai Ageng Mohamad (Muhammad) Besari


Makam Kyai Ageng Mohamad (Muhammad) Besari yang didirikan diatas tanah hak milik Ir, Soegiarso Padmopranoto oleh kantor Agraria Kabupaten Madiun untuk difungsikan sebagai makam pengganti dengan seijin Bupati Madiun. Makam Kyai Ageng Mohamad (Muhammad) Besari di Nglames, Madiun merupakan makam keluarga yang dijaga oleh seorang juru kunci yang rumahnya berada tidak jauh dari makam. Makam Kyai Ageng Mohamad (Muhammad) Besari selalu dalam keadaan terkunci, apabila peziarah hendak berziarah dapat menghubungi juru kunci yaitu Ibu Gunadi di nomor +62 3517822140.

Makam keturunan  Kyai Ageng Mohamad (Muhammad) Besari